Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan

Sebab Penyimpangan

04.26 Add Comment
Sebab Penyimpangan | al-uyeah.blogspot.com
Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah mengatakan,

“Ketahuilah, wahai saudara-saudaraku, saya telah merenungkan sebab yang mengeluarkan sekelompok orang dari as-Sunnah dan al-Jamaah, memaksa mereka menuju kebid’ahan dan keburukan, membuka pintu bencana yang menimpa hati mereka, dan menutupi cahaya kebenaran dari pandangan mereka.

Saya temukan sebabnya dari dua sisi:

Mencari-cari, berdalam-dalam, dan banyak bertanya yang tidak perlu (tentang masalah tertentu), yang tidak membahayakan seorang muslim kalau ia tidak tahu, serta tidak pula bermanfaat bagi seorang mukmin seandainya ia tahu.

Duduk bersama dan bergaul dengan orang yang tidak dirasa aman dari kejelekannya, yang berteman dengannya akan merusak kalbu.”

(al-Ibanah, karya Ibnu Baththah rahimahullah, 1/390)
AsySyariah.com

Mengapa Kami Berlepas

05.38 Add Comment
Mengapa Kami Berlepas | al-uyeah.blogspot.com
Bismillah, sejak "terungkap"nya post "Kami Berlepas" muncul banyak pertanyaan kepada mimin apa sebenarnya maksud dari poster tersebut. Ada yang mencibir, menuduh, namun ada pula yang bertanya secara personal sekaligus menghormati keputusan mimin. Mungkin sebagian mamen merasa audio di post tersebut tentu tidak mencukupi untuk menunjukan mengapa mimin memutuskan untuk berlepas. Karena memang post tersebut bertujuan hanya untuk menunjukan sikap mimin dalam berlepas dari mereka. Dengan mengharap ridho Allah 'Azza wa Jalla mimin ingin bercerita bagaimana mimin akhirnya memutuskan berlepas dari mereka.

Informasi lokasi, nama, dan kejadian tidak akan dipaparkan secara mendetail. Terserah mamen mau percaya atau tidak. Tidak ada yang memaksa kalian untuk percaya. Hidayah hanya ditangan Allah 'Azza wa Jalla. Kami berharap Allah Ta'ala menunjukan haq adalah haq, bathil adalah bathil kepada kita semua. Dan mimin berharap apa yang akan mimin ceritakan ini cukup untuk menjawab keheranan mamen sekalian.

Pertama mimin hanyalah manusia yang tidak luput dari dosa. Jika dosa yang mimin lakukan menimbulkan bau, niscaya kalian akan jijik, sungguh kalian akan jijik. Merupakan suatu keberuntungan yang besar mimin dipertemukan dengan dakwah sunnah, manhaj salaf. Segala puji bagi Allah Ta'ala yang mengkaruniai seluruh kebaikan ini.

Mimin akui jika website yang kami sudah berlepas sekarang ini merupakan salah satu jalan mimin mengenal manhaj salaf. Manhaj yang memiliki hujjah, memiliki landasan dalil yang tak terbantahkan. Sangat berbeda dengan pemahaman yang selama ini mimin tahu. Manhaj salaf itu sangat kokoh. Selalu mengembalikan kepada Al Quran dan Sunnah. Hingga kebanyakan tulisan di blog ini dulunya juga diambil dari website yang kami sudah berlepas dari mereka karena memang waktu itu masih mimin anggap semua sama, sama-sama bermanhaj salaf.

Hingga akhirnya belakangan ini muncul peristiwa yang satu memperingatkan terhadap yang lain. Mulailah muncul banyak perdebatan, perselisihan, khususnya di media sosial mengenai hal itu. Mimin putuskan untuk tidak masuk ke wilayah tersebut, karena memang bukan kapasitas mimin, dan juga bukan tempatnya.

Alhamdulillah, ketika itu mimin memiliki teman dekat yang juga memperingatkan akan hal itu. Semoga Allah memberinya banyak banyak banyak kebaikan. Seperti halnya ketika menerima manhaj salaf, manhaj yang memiliki hujjah yang sangat kokoh. Dalam peristiwa ini mimin juga melihat siapa yang lebih kokoh hujjahnya. Dan saat itu pun mimin tidak cepat dalam memutuskan.

Mungkin saat itu terkena syubhat untuk tidak menyibukkan diri dengan tahdzir dan menyibukkan diri dengan menuntut ilmu. Bagi sebagian mamen yang membaca nasihat itu, you know who mamen. Hingga akhirnya banyak tulisan di blog ini pun bergeser mengangkat tulisan beliau. Hingga akhirnya mimin mendapatkan kabar jika ada yang memperingatkan untuk berlepas dari beliau. Kembali mimin melihat, hujjah siapa yang lebih kokoh. Pada titik ini akhirnya mimin memutuskan untuk vakum. Tidak lagi mengelola page, maupun blog Aluyeah.

Justru pada saat vakum itu, keluarga mimin sering berhubungan dengan mereka yang mimin berlepas dari mereka sekarang. Mamen, lihat betapa dekatnya keluarga mimin, sampai-sampai pernah 2 ustadz pimpinan ma'had di sekitar kota mimin datang ke rumah untuk membantu menyelesaikan masalah keluarga mimin. Hampir setiap minggu ada kajian khusus keluarga besar mimin yang diisi oleh staf pengajar dari ma'had mereka.

Hingga pada masa pilpres, mimin terkejut. Benar-benar terkejut, mengapa bisa menyarankan salah satu kandidat untuk dipilih. Malam hari sebelum pilpres, mimin baca sendiri sms forward dari ustadz pimpinan ma'had yang menyarankan untuk memilih salah satu kandidat capres. Kembali, mimin lihat hujjah siapa yang lebih kokoh, antara yang ikut dalam pilpres dengan yang berlepas dari pilpres. Dan akhirnya mimin putuskan untuk tidak datang dalam pilpres.

Setelah itu, mimin mulai melihat apa yang diperingatkan ulama akhirnya mimin lihat sendiri. Setelah itu, mulai tampak satu persatu sikap lembek mereka dalam bermanhaj. Mulai dari staff pengajar ma'had yang mengisi kajian keluarga besar mimin, saat itu sampai-sampai mengambil "hikmah" dari film holywood. Teman-teman facebook mimin yang berjalan bersama mereka mulai bermudah-mudahan dalam ikut meramaikan salah satu group dakwah dengan media visual yang diisi oleh orang-orang yang sangat beragam. Juga staff pengajar ma'had mereka yang mengagumi peruqyah "syar'i" yang terkenal di Youtube, yang cara meruqyahnya kebanyakan adalah inovasi mereka sendiri. Teman-teman facebook mimin mulai mengunggah foto wajah mereka, mulai menshare perkataan "ulama" yang tidak jelas manhajnya. Pernah mimin baca, salah satu ustadz mereka mengutip perkataan "ulama" terkenal di dunia, kemudian ustadz itu ditanya tentang manhaj "ulama" tersebut, dan dijawab, saya tidak tahu. Dan masih banyak sikap-sikap lembek dalam bermanhaj lainnya yang telah nampak. Silakan mamen perhatikan sendiri.

Kemudian mimin putuskan untuk berlepas dari mereka. Ada satu hal yang mengganjal, bagaimana dengan blog Aluyeah? Yang sebelumnya banyak mengambil dari mereka? Dan hal ini mimin tanyakan kepada beberapa ustadz, dan mimin mendapatkan nasihat yang sama, yaitu menyatakan diri untuk berlepas dari mereka. Kemudian barulah mimin aktif kembali di blog Aluyeah. One last mission nya adalah deklarasi untuk berlepas kepada mereka. Mimin pun mendapat nasihat untuk tidak berlebihan dalam menyatakan berlepas, semoga 2 post "Kami Berlepas" dan "Mengapa Kami Berlepas" cukup untuk menunjukan rujuknya kami kepada al haq, kembali kepada bimbingan para ulama, mengikuti manhaj salaf.

Mimin tidak ingin masuk dalam wilayah perdebatan, silakan untuk tidak berkomentar dalam artikel mimin ini. Tidak ada yang mengharuskan mamen semua untuk membenarkan apa yang mimin tulis ini. Namun saran mimin, jangan melihat mimin men, lihatlah yang mimin coba ikuti. Coba perhatikan, siapa yang lebih kokoh hujjahnya. Siapa yang lebih kokoh dalam bermanhaj. Siapa yang lebih kokoh dalam memegang perintah Allah dan RosulNya. 

Wasiat dalam Menetapi Manhaj Salaf

20.32 Add Comment
Wasiat dalam Menetapi Manhaj Salaf | al-uyeah.blogspot.com
Pertanyaan ini Berkaitan  dengan Wasiat dalam Menetapi Manhaj Salaf

Asy Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhaly menjawab:

Ini adalah yang awal kali kami berbicara masalah ini. Untuk itu yang aku wasiatkan dengannya untuk diriku sendiri dan anak anakku adalah agar menetapi manhaj salaf dan bersahabat dengan orang bermanhaj ini. 

Menetapi manhaj salaf tidak bisa terjadi kecuali dengan bersahabat dengan ahlinya,karena sesungguhnya merekalah yang akan membimbingmu di atas perjalanan di dalam jalan salaf ini, dengan semata izin Allah Tabaroka wa Ta’ala. Mereka pula yang akan menolongmu di atas manhaj ini.

Dan juga wasiat selanjutnya untuk membaca kitab kitab yang menerangkan manhaj ini padamu. Inilah cara yang akan membantumu kokoh di manhaj ini dengan ijin Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Maka sebagai misal, yang pertama yang hendaknya dibaca seorang penuntut ilmu dalam manhaj ini adalah kitab As Sunnah yang ringkas karya Al Imam Ahmad rahimahullah. Kitab ini terkenal dengan judul Ushulus Sunnah. 

Kemudian membaca As Sunnah karya Ibnu Abi Ashim, Asy Syariah karya Al Ajurry, As Sunnah karya Abdulloh putranya Imam Ahmad, Al Arsy karya Ibnu Abi Syaibah,Al Ibanah As Sughra dan juga Al Ibanah Al Kubro karya Ibnu Baththoh, dan Syarh Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah.

Maka sungguh kitab yang terakhir ini adalah kitab terluas pembahasannya yang ada di sisi kita, dan juga kitab Ibnu Baththoh yang dikenal berjudul Al Ibanah Al Kubro. Dua kitab ini tadi merupakan kitab terluas yang ada di tengah tengah kita dalam urusan menjelaskan keyakinan wal jama’ah.

Sesungguhnya setiap insan jika membaca kitab kitab yang telah kami sebutkan tadi dalam bab Aqidah maka ia akan dapat mengambil faedah yang besar. 

Dan itu dengan mengenal jalannya salafussholih rahimahullahu ta’ala di sisi ini, yakni sisi berpegang teguh di atas sunnah dan berloyalitas dengan ahlinya,serta menjauhi bidah dan menjauhi ahlinya,menjauhi ahlul ahwa dan bid’ah.

Maka ini tadi empat prinsip yang madzhabnya para salaf rahimahulloh Ta’ala berdiri tegak di atasnya dalam semua urusan. Maka terimalah! Pegang erat erat segala sunnah berkaitan dengan semua permasalahan aqidah. Dan bertemanlah kalian dengan ahlussunnah!

Sebagai contoh jika kamu mendatangi pembahasan masalah takfir, jauhilah bid’ah masalah takfir dan jauhi pula pengusung bidah ini. Mereka ini Khowarij dan Muktazilah. 

Tetaplah bersama ahlussunnah wal jama’ah dan bacalah pembahasan bab takfir ini! Jika masuk bab sifat sifat Allah, tetaplah dengan ahlussunnah wal jamaah dalam bab sifat Allah ini. 

Merekalah yang menetapkan untuk Allah Jalla wa Alla seperti apa  yang Allah tetapkan sendiri untuk-Nya atau yang ditetapkan rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam kebaikan sunnahnya. 

Kemudian mereka menjauhi siapapun yang menyelisihi masalah ini, yakni dari kelompok kelompok yang menyelisihi seperti para pengusung akidah Jahmiyyah, ahlu bid’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyyah, dan madzhab Maturidiyyah. Maka sungguh akan kau dapati ahlu sunnah menyelisihi mereka semuanya,yakni sekte Al Kullabiyah dan semisalnya.

Mereka (yang ingin kokoh di manhaj ini) hendaknya :

*menyelisihi kelompok tadi semua lalu berpegang teguh terhadap apa yang dipegang oleh ahlu sunnah, berjalan bersama ahlu sunnah, berhati hati dari kelompok kelompok yang menyelisihi , dan berhati hati dari thariqah/jalan mereka dengan cara mengenal prinsip prinsip ahlu sunnah pada masalah masalah ini dan berloyalitas pada ahlu sunnah. Dan juga dengan cara mengenal prinsip prinsip ahli bid’ah pada masalah masalah ini serta menjauhi mereka.

Seperti ini jugalah cara yang harus ditempuh pada semua bab, baik dalam bab takdir, bab tentang perbuatan perbuatan para hamba Allah, bab iman. Selisihi Murjiah dan tetaplah bersama ahlu sunnah. Menjauh dari Murjiah dan ahlinya, serta bersama terus dengan ahlu sunnah dalam bab ini dan sampaipun pada bab yang lain.

Dan kunasehatkan pada kalian untuk perhatian menghafal Al Wasithiyyah dalam bab aqidah ini setelah anda semua menghafal Al Qawaidul Arba, Ushuluts Tsalatsah, dan Kitabut Tauhid. Beri perhatian pada Al Aqidah Al Wasithiyyah! Karena ini adalah kitab yang mengumpulkan (pokok pokok ilmu) dalam bab ini, dalam bab keimanan. 

Karena Syaikhul Islam rahimahullah tidak melewatkan suatu pun di dalamnya dan menerangkan di dalamnya rukun rukun iman yang terdapat dalam hadits Jibril. Maka dia termasuk yang paling bermanfaat dari kitab kitab yang ada bagi penuntut ilmu. Dan pada bagian awal seluruhnya adalah ayat ayat Al Quran, diawali dengan ayat ayat , mudah bagi penuntut ilmu untuk menghafalnya. 

Lalu pada paruh kedua diletakkan padanya hadits hadits yang datang dari Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam. Selanjutnya datang pembahasan tentang sikap pertengahan ahlu sunnah diantara ahli bidah dan pengikut hawa nafsu, pertengahan di antara seluruh firqah firqah yang ada. 

Kemudian Ibnu taimiyyah menutupnya dengan tema seputar perhatian ahlu sunnah terhadap keutamaan keutamaan akhlak dan adab adab terpuji, semoga Allah Taala merahmati beliau. Maka kitab ini termasuk dari kitab kitab yang bermanfaat. Bahkan sebagian ulama berkata: “Orang yang belum membaca kitab kitab Ibnu Taimiyyah yaitu Al Wasithiyyah dan Al Hamawiyyah, mayoritas mereka tidak akan selamat dari kebid’ahan.”

Dia akan memasuki kebid’ahan dalam keadaan dia tak mengetahuinya. Maka jika dia membaca kitab kitab karangan salaf yang terbaik maka sungguh dia akan dapat manfaat.

Maka kunasehatkan pada kalian untuk fokus dengan perhatian khusus pada kitab Al Aqidah Al Wasithiyyah setelah mengawali belajar dari kitab kitab aqidah. Karena kitab ini akan membuka pintu pintu dan cakrawala dalam bidang ini. Sesungguhnya kitab ini adalah matan yang memuat seluruh untaian pokok pokok aqidah ahlu sunnah,semoga Allah merahmati mereka.

Inilah yang dengannya aku berwasiat pada kalian,bersamaan dengan sikap kalian terhadap apa yang disebut. Kalian menjauh dari pengikut hawa nafsu dan kebid’ahan, orang yang bicara dengan mereka,dan dari orang yang tertuduh dengan penyimpangan total atau sebagiannya. 

Karena bergaul dengan orang yang menyimpang itu perbuatan sesat dan menyimpang, kita berlindung pada Allah. Karena tidak ada manfaat kedekatanmu dengan orang menyimpang. Tidak ada manfaat orang yang terkena penyakit kudisan berdekatan dengan orang yang sehat. Akan tetapi si sehatlah yang akan tertular kudisnya.

Kamu berlemah lembut dan bersimpati padanya, terkadang kau diam dan terkadang kau berlemah lembut. Tetapi dia tidak diam, dia akan melempar syubhat padamu,syubhat demi syubhat. Maka syubhat terus dilempar sampai menetap di hatimu. Maka jadilah saat itu petaka mendatangimu. 

Maka seperti yang sering diucapkan, teman dekat itu penyeret (kepada sesuatu). Oleh sebab itu jangan sekali – kali ada dari kalian rasa simpati pada mereka, karena sungguh para salaf mengecam dari perbuatan simpati kepada orang yang dzalim. 

Maka dengan sebab penyimpangan kalian, neraka akan menyentuh kalian. Jika kalian menyimpang dari al haq , kalian akan jatuh pada kebatilan. Maka diri diri kalian masuk pada ancapan siksa neraka,kami memohon pada Allah penjagaan dan keselamatan.

Maka ini yang kunasehatkan. Senantiasa bersama ahlus sunnah setelah kau mengenal sunnah, itu kebaikan dan berkah. Sesungguhnya orang orang yang selamat dari zaman zaman fitnah dan hawa nafsu, tidaklah Allah Tabaraka wa Ta’ala jaga mereka setelah mengenal sunnah kecuali dengan sebab berjalannya mereka bersama rombongan ahlus sunnah, semoga Allah Taala merahmati mereka,na’am.

Alihbahasa : Abu Mas’ud Surabaya
Forumsalafy.net

Kalimat Syubhat

20.24 Add Comment
Kalimat Syubhat | al-uyeah.blogspot.com
Pertanyaan: Bagaimana tentang orang yang mengatakan: “Pendapat kami benar, namun mungkin saja mengandung kesalahan. Sedangkan pendapat selain kami salah, namun mungkin saja mengandung kebenaran.”

Jawaban:

Demi Allah, ucapan semacam ini sering dikatakan oleh orang. Bisa jadi itu adalah ucapan yang benar bagi sebagian orang yang mengatakannya karena didorong oleh sifat tawadhu’. Namun bisa juga di balik itu ada tujuan-tujuan tertentu.

Jadi misalnya engkau berdiskusi dengan seseorang dalam perkara yang jelas dan engkau tunjukkan dalil-dalilnya kepadanya, lalu engkau katakan: “Ini firman Allah dan sabda Rasul-Nya.” Namun setelah itu dia menjawab: “Engkau mengharuskan (mengilzam) orang lain untuk menerima pendapatmu, padahal Asy-Syafi’iy saja mengatakan: “Pendapatku benar, namun bisa saja mengandung kemungkinan salah. Sedangkan pendapat selainku salah, namun bisa saja mengandung kemungkinan benar.”

Jika hal itu diterapkan pada masalah yang memiliki ruang ijtihad yang mengandung kemungkinan benar atau salah, maka hal itu tidak mengapa mengucapkan demikian.

Adapun pada masalah aqidah yang padanya terdapat dalil-dalil yang jelas dan tegas (nash) atau nash tersebut dalam masalah hukum halal dan haram, maka tidak akan mendebat dengan mengucapkan ungkapan semacam ini selain orang yang tujuannya memang ingin menyesatkan manusia, atau orang yang menunggangi kepalanya dan mengikuti hawa nafsunya.

Sumber: Al-Lubaab min Majmu’ Nashaih wa Taujihaatisy Syaikh Rabi’ lisy Syabaab, hal. 266-267, terbitan Daar Al-Miraatsun Nabawy, Aljazair (email: dar.mirath@gmail.com) cetakan ke-2 tahun 1434 H.

"Kalinat Abtara Syubhat dan Ilmu"
Asy Syaikh Rabi’ bin Hady al Madkhali hafizhahullah
Forumsalafy.net

Definisi Al Jama'ah

20.01 Add Comment
Definisi Al Jama'ah | al-uyeah.blogspot.com
Firqah (dengan huru fa' dikasrahkan) artinya sekelompok manusia. la disifati dengan an-najiyah, (yang selamat), dan Al-Manshurah, (yang mendapat pertolongan), berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

"Artinya : Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tegar di atas al-haq, yang tidak akan terkena mudharat dari orang yang enggan menolong atau menentang mereka, sehingga datanglah keputusan Allah sedangkan mereka tetap dalam keadaan begitu."[1]

Adapun Ahlus Sunnah wal Jama'ah, adalah merupakan pengganti atau nama lain dari kelompok tersebut. Yang dimaksud dengan As-Sunnah adalah Thariqah (cara/jalan ) yang dianut oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam para sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka hingga Hari Kiamat.

Adapun al-jama'ah, makna asalnya adalah sejumlah orang yang mengelompok. Tetapi, yang dimaksud dengan al-jama'ah dalam pembahasan aqidah ini adalah Salaf (pendahulu) dari umat ini dari kalangan shahabat dan orang-orang yang mengikuti kebaikan mereka, sekalipun hanya seorang yang berdiri di atas kebenaran yang telah dianut oleh jama 'ah tersebut. [2]

Abdullah bin Mas'ud Radhiyalahu anhu berkata :

"Artinya : Jama'ah adalah apa yang selaras dengan kebenaran, sekalipun engkau seorang diri.

Dari 'Auf bin Malik yang berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Umat Yahudi berpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan di jannah sedangkan tujuh puluh golongan di naar. Umat Nasrani berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan di naar sedangkan satu golongan di jannah. Demi Allah, yang jiwaku di tangan-Nya, umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu golongan di jannah sedangkan tujuh puluh dua golongan di naar."[3]

Foote Note
[1]. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dengan lafazhnya dari Mughirah RA, IV/187 dan Muslim III/1523.
[2]. Ar-Raudah An-Nadiyyah Syarh Al-Aqidah Al-Washitiyyah‌, hal. 14 Zaid bin
Fayyadh dan Muhammad Khalil Al-Haras, hal 16.
[3]. Ibnul Qayyim, ighasatul Lahfan Min Mashayid Asy-Syaithan‌, I/70 

Syarah Aqidah Al-Wasithiyah
Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthaniy
Definisi Al Firqah An Najiyah (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah)
AsySyariah.com

Berprasangka Buruk Terhadap Orang Yang Mumayyi'

19.14 Add Comment
Berprasangka Buruk Terhadap Orang Yang Mumayyi' | al-uyeah.blogspot.com
Berprasangka Buruk Terhadap Orang Yang Mumayyi' (Lembek Membela Manhaj Ahlus Sunnah) Dalam Menghadapi Ahli Bid'ah

Berkata Al ‘allamah as-Syaikh Zaid Al Madkhali -rahimahullahu Ta’ala- :

“Boleh berprasangka buruk (su’udzhon) terhadap seseorang yang melakukan sebab-sebab tamyi’ (lembek dalam membela Sunnah). Seperti orang yang engkau lihat dia marah apabila disebut (kerusakan) ahli bid’ah, disebutkan kritikan-kritikan tehadap mereka, dan manusia diperingatkan (ditahdzir) dari mereka dengan peringatan secara terang-terangan.

Atau engkau mendengarnya membela mereka (ahlul bid’ah) secara umum atau individu. Atau ada tanda-tanda yang menunjukkan, yang menjadi jelas dari tanda-tanda tersebut, bahwa orang tersebut bersifat mumayyi’ dalam manhaj Ahlus sunnah.

Maka jangan engkau turut melariskan peredarannya, dan jangan engkau mengarahkan (orang-orang) untuk mengambil (ilmu) darinya.

Hingga menjadi jelas bagimu keselamatannya, barulah engkau arahkan para penuntut ilmu untuk mengambil ilmu darinya.

Atau hingga jelas bagimu dukungannya kepada ahli bid’ah. 

Walaupun (hanya) dengan penyebaran milik mereka (ahlul bid’ah) dan tidak adanya pengingkaran terhadap mereka (ahlul bid’ah). Maka peringatkan dia dan peringatkanlah (orang-orang) darinya”.
Referensi: al-Ajwibah al-Atsariyah (halaman 93)

Alih Bahasa: Syabab Forum Salafy Indonesia

Forumsalafy.net